White·board |
[hwīt bàwrd] n. board on which to write things |
Sore ini saya melaju sendiri di atas aspal. Saya seperti terperangkap dalam ruang sempit berdinding kaca yang bercerita tentang dunia di luar sana. Musik mengalir dari lagu ke lagu, dan jiwa saya entah ke mana.
Saya menoleh ke kiri. Mencoba menciptakan sosok sempurna. Mencoba memanggil nama. Mencoba menggapai. Tapi tidak ada. Hanya hembusan nafas panjang. Nafas saya sendiri.
Kadang perjalan menstimulasi pikiran-pikiran baru. Tapi kali ini malah mengaburkan pikiran-pikiran. Melayang-layang tak karuan. Seperti segala debu yang saya temui sepanjang jalan.
Saya melihat jam. Saya meraba waktu. Akhir pekan hampir habis. Besok kembali ke rutinitas robotis. Memikirkannya saja sudah membuat malas. Saya pejamkan saja mata sejenak, membayangkan Norah Jones memainkan “Don’t Know Why”…
“Out across the endless sea
I would die in ecstasy
But I’ll be a bag of bones
Driving down the road along…”
Entah kenapa, saya tergerak untuk membuka jendela. Di luar hijau, dan bau rumput menyerang hidung saya…
waw…
dan menyembullah ia di benak saya
“My heart is drenched in wine
But you’ll be on my mind
Forever…”